Tampilkan postingan dengan label Elex Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elex Media. Tampilkan semua postingan

Review Buku Bahagia Ketika Ikhlas

Minggu, 28 Desember 2014

     Judul       : Bahagia Ketika Ikhlas

Penulis    : Rena Puspa

Penerbit   : Elex Media

Jenis       : Non fiksi      

Hal          : 186 hal

Tahun      : 2014

ISBN        : 978-602-02-4557-7


“Anaknya berapa, Mbak?” tanya seorang Ibu pada saya beberapa bulan lalu.


“Belum dikasi, Bu. Masih diminta bersabar,” saya menjawab  sambil tersenyum.



Pertanyaan-pertanyaan di atas sudah menjadi makanan saya jika bertemu dengan orang-orang yang baru. Lalu apa yang saya rasakan ketika pertanyaan sejenis ditujukan kepada saya? Sakit hatikah? Enggak tuh. Toh, itu pertanyaan yang wajar. Sedih? Iya, sedikit sedih kalau mengingat usia pernikahan yang hampir menginjak 4,5 tahun dan belum ada tanda-tanda kehamilan sedikit pun.

#5BukuDalamHidupku Who Moved My Cheese?

Sabtu, 16 November 2013

Judul               : Who Moved My Cheese?
Penulis            : Spencer Johnson
ISBN              979-20-2425-5
Tahun Terbit    : 1999
Penerbit           : Elex Media Komputindo

Saya mengetahui buku Who Moved My Cheese? dari salah satu sahabat terdekat saya. Meminjam bahasa anak sekarang, saat itu saya sedang galau tentang segala hal. Tentang pekerjaan, cinta, dan cita-cita. Bukannya memberikan 'wejangan' seperti biasanya, dia malah berkata, "Sudah pernah baca buku Who Moved My Cheese?" 
"Hah? Buku apa tuh?" tanya saya.
"Baca aja bagus untuk memotivasi diri kita, tidak hanya urusan cinta tapi juga bisa diaplikasikan dalam pekerjaan," tukasnya panjang kali lebar.

Oke. Sesegera mungkin saya mencari buku ini di toko buku. Karena buku yang direkomendasikan sahabat satu ini selalu berharga untuk dibaca. Alhamdulillah, itu buku masih ada stoknya. Uwooo...ternyata best seller lho. Biyuh biyuh, kok saya gak pernah denger tentang buku ini sebelumnya ya *kemana aja neng :D

-----000-----

Buku Who Moved My Cheese? menceritakan tentang dua tikus dan dua kurcaci. Dua ekor tikus yang bernama Sniff (endus) dan Scurry (lacak) mengajarkan tentang bagaimana pola pemikiran yang sederhana. Berbeda dengan kedua kurcaci, Hem (kaku) dan Haw (Aman), mereka berdua memiliki kelebihan yaitu akal pikiran yang cerdas serta emosi yang kompleks sebagaimana seorang manusia, dibanding dengan dua tikus sudah jelas dua kurcaci ini lebih unggul. 

Ketika mereka terjebak dalam situasi sulit dalam labirin yang sama Sniff dan Scurry menunjukkan keunggulan daripada Hem dan Haw . Yaitu saat persediaan cheese (makanan) habis. Sniff dan Sucrry menggunakan metode trial and error dalam mencari cheese. Mereka berdua berlari dari satu lorong ke lorong lainnya untuk menemukan cheese. Jika lorong itu kosong, maka mereka akan berbalik arah dan mulai mencari lorong lainnya lagi dengan mengingat lorong mana saja yang tidak menyimpan cheese. Mereka sering kali gagal dan mungkin lebih banyak gagalnya dibandingkan keberhasilan dalam mencari cheese. Namun meski kerap menabrak tembok yang buntu, mereka terus berusaha semaksimal mungkin. 

Sedangkan Hem dan Haw, menggunakan kemampuan berpikir dan belajar dari pengalaman mereka. Namun justru kelebihan tersebut menjadikan mereka menjadi tidak mau berusaha dan bersikap apatis. Ketiadaan cheese bukannya disikapi dengan baik dan terus berusaha seperti kedua tikus. Hem dan Haw malah saling menyalahkan satu sama lain, dengan dalih: “kenapa kamu terlalu banyak memakan cheese hingga sekarang ini habis!”

Di akhir cerita, dapat diketahui bahwa sebuah pemikiran sederhana dengan disertai kerja keras dapat mengalahkan sifat cerdas namun tidak melakukan tindakan apapun. Sniff dan Scurry unggul dari Hem dan Haw bukan karena kepintaran mereka, namun disebabkan mereka mau menerima keadaan yang sulit dengan terus menjalaninya hingga berhasil.

Sniff dan Scurry mau berubah menyesuaikan diri dengan perubahan sekitar, sementara Him dan Hew tetap terpaku pada kesuksesan masa lalu mereka tanpa menyadari bahwa itu semua telah berubah. Seperti ucapan Thomas Alfa Edison, bahwa Jenius itu 99% kerja keras dan hanya 1% bakat. Dengan kerja keraslah maka seseorang akan berhasil, meski dilahirkan sebagai orang bodoh sekalipun

-----000-----

Dalam buku Who moved my cheese? ini mengajarkan kepada saya agar menyikapi sebuah perubahan dengan menjalaninya terlebih dahulu. Dalam hidup akan selalu ada perubahan, entah itu dalam pekerjaan, kehidupan emosional dan yang lainnya. Perubahan hidup menuntut kita untuk selalu menyesuaikan diri. Bukan perubahan yang menyesuaikan dengan kita. Kalau kita tidak mau menyesuaikan diri dengan perubahan, justru kita yang akan tertinggal dan pada akhirnya tidak akan mendapatkan apa pun. 

Jalani, berdoa dan ikhtiar, InsyaAllah semua bisa diatasi dengan baik. So, mau berubah kawan?

Jumlah kata : 532
Diikutsertakan dalam #5BukuDalamHidupku


#5BukuDalamHidupku Candy Candy

Kamis, 14 November 2013

Judul              : Candy Candy
Penulis           : Yumiko Igarashi
ISBN             : 9784061082229
Tahun Terbit   : 1975
Penerbit          : Elex Komputindo

Candy Candy adalah komik Jepang pertama yang saya baca. Waktu itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Dan masih berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat. Di sekolah, mayoritas teman-teman saya adalah anak-anak beretnis Cina. Secara perekonomian mereka jauh berada di atas kami. Saat itu saya tidak memiliki cukup uang untuk membeli komik. Saya bisa membaca komik Candy Candy ini dari seorang teman yang beretnis Cina tersebut. Kalau sekarang saya pikir-pikir lagi, anak itu baik banget mau meminjamkan buku berharga seperti itu kepada saya. Karena saking sukanya dengan komik ini, saya sampai bela-belain nabung supaya bisa membeli seri terakhir dari komik ini. Huaaa...waktu bisa membelinya berasa seneng banget.

Rainbow, Warna-Warni Kehidupan Rumah Tangga

Minggu, 29 September 2013

Judul Buku       : Rainbow
Penulis             : Eni Martini
Penyunting       : Rininta
Halaman          : 201 halaman
ISBN                : 9786020216096
Penerbit           : Elex Media Komputindo
Harga              : Rp 37.800,-

Apa yang dibayangkan sepasang suami istri yang baru menikah? Tentu saja rumah tangga yang penuh bunga bak di surga. Banyak impian, harapan, dan cita-cita yang ingin diwujudkan bersama. Itu pula yang terjadi dengan pasangan Akna dan Keisha. Mereka baru menikah selama satu tahun. Ibarat manusia, usia setahun itu masih lucu-lucunya, menggemaskan dan masih perlu belajar banyak tentang kehidupan.

Pernikahan pasangan muda ini sedang indah-indahnya. Akna, digambarkan sebagai lelaki dengan fisik yang sempurna, mapan dalam pekerjaan, dan sangat melindungi istrinya. Sedangkan Keisha, sosok istri yang cantik dan setia, ia memiliki toko yang dikelola bersama sahabatnya. Toko itu hanya untuk aktivitas saja, karena Akna yang akan memenuhi semua keperluan rumah tangga mereka. Wow, rumah tangga yang nyaris sempurna bukan? 

But life is never flat, kata iklan di televisi, memang benar adanya. Di malam perayaan ulang tahun mereka yang pertama, musibah itu datang. Akna mengalami kecelakaan yang mengakibatkan salah satu dari kakinya harus diamputasi. Cobaan itu tak berhenti hanya disitu. Akna yang dulu begitu mengayomi Keisha, menjadi sosok yang asing dan menakutkan. Tidak hanya bagi Keisha, tetapi juga bagi orang-orang yang menyayanginya.

Hidup mereka tidak lagi sama, tidak lagi seindah dulu. Mereka memang masih hidup bersama, tetapi seperti tidak pernah lagi menyimpan rasa. Akna yang begitu putus asa dengan semua pikiran buruknya, Keisha yang lelah terus-menerus menerima perlakuan buruk Akna. Bahkan ketika Keisha mulai bangkit dan mencoba mengepakkan sayapnya, mencoba mempertahankan perekonomian keluarga, Akna malah melakukan hal paling mengerikan yang bisa dibayangkan oleh seorang wanita.

Baca buku sambil nunggu makanan datang :)
Dalam Rainbow, Mbak Eni meracik persoalan rumah tangga yang tak biasa. Kecelakaan yang terjadi memporak-porandakan semua impian. Permasalahan demi permasalahan dengan apik ditampilkan silih berganti. Emosi Akna dan Keisha bisa tergambarkan dengan apik. Tidak hanya emosi yang tersirat tapi juga kepedihan di dalam hati yang tak terkatakan. Penggambaran deskripsi latar, baik kondisi rumah, toko, dan suasana terbangun dengan matang. Pembaca seolah-olah bisa membayangkan ikut menjadi salah satu tokoh di sana.

Jujur, saya ikut menahan nafas merasakan emosi Keisha yang mengalami perlakuan buruk dari suaminya dan saya pun tidak bisa menahan air mata ketika sampai di akhir cerita. Ah, apa yang dihadapi Keisha sangatlah berat bagi wanita mana pun.

Hadirnya tokoh Romi dan Emi, dua sahabat pasangan Akna dan Keisha, sungguh sangat menghidupkan cerita. Romi yang selalu menjadi bahan ejekan Akna, justru menjadi penolong di saat paling kritis dalam kehidupan Akna. Dan Emi, bahkan rela memundurkan hari pernikahannya untuk mewujudkan impian Keisha dalam berbisnis. Belum lagi tambahan tokoh orang tua kedua belah pihak dan tokoh Yanti, pembantu mereka. Hadirnya banyak tokoh tidak membuat pembaca bingung, tetapi justru membuat cerita mengalir dengan baik. Sangat masuk akal, sangat logis.

Rainbow, diantara capcay kuah dan udang goreng :P
Rainbow, memang sebuah novel fiksi, tetapi apa yang terkandung dalam cerita ini memang nyata di kehidupan rumah tangga. Walau pun tidak (dan mudah-mudahan tidak akan pernah) mengalami hal yang sama dengan pasangan ini, tetapi dalam rumah tangga kita tidak hanya mengalami surga dunia. Ada cekcok kecil disana, permasalahan keluarga besar, anak-anak hingga masalah keuangan.

Ketika awal menikah, memang hanya yang indah-indah yang ada dibayangan. Tetapi, tidak perlu butuh waktu terlalu lama, masalah akan datang silih berganti. Dan apakah dengan adanya masalah itu membuat mahligai yang sudah terbangun harus hancur? Pilihan ada di tangan masing-masing pelaku rumah tangga.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Resensi Novel Rainbow

Blog Mini Penghasilan Maksimal

Rabu, 03 Juli 2013

Judul: Blog Mini Penghasilan Maksimal
Penulis: Abdul Cholik
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Hlm: 94
Tahun: Juni 2013
ISBN: 9786020213699
Harga: Rp 24800

Mau dapat uang dari blog tapi jarang apdet? Atau bingung mau bikin blog seperti apa yang bisa menghasilkan fulus? Enaknya pakai nama domain apa, ya, yang menjual? Gimana caranya mendaftar di Google Adsense dan program-program yang mendatangkan cring-cring lainnya?

Whoaaa, itu sih saya banget. Suka ngeblog tapi pengen dapat duit juga dari blog. Akantetapi, karena keterbatasan waktu (halah sok sibuk), jadi jarang apdet. Eh, Minggu kemarin Pakdhe Cholik meluncurkan buku barunya, tentang blog mini. Tahu gak apa yang disebut blog mini? Blog mini ini hanya berisi 20-30 artikel saja. artikel-artikel tersebut adalah artikel yang sering dicari oleh pengguna internet, bisa tentang kesehatan, traveling, dan lain-lain. 

Kalau pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana blog mini bisa menghasilkan? Nah, kamu perlu baca buku ini. Isinya komplit lho. Mulai dari pemilihan domain dan topik yang tepat, hingga step by step mendaftar di program cring-cring. Pssst...ada juga trik membuat akun Paypal. Ah, cocok banget deh buat saya yang gaptek.

Buku ini sudah bisa di beli di Gramedia, baik online mau pun offline. Waktu saya beli hari Minggu kemarin, cuma tinggal 5 buah. Laris euy. Pada mupeng pengen dapat duit dari blog ternyata. So, let's blogging for fun and profit!

Salam sukses,