Tampilkan postingan dengan label #31hariberbagibacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #31hariberbagibacaan. Tampilkan semua postingan

The God of Small Things

Rabu, 30 Oktober 2013

Judul                   : The God of Small Things
Penulis                : Arundhati Roy
ISBN                  : 0679457313 
Tebal                   : 321 halaman
Terbit                  : 1997

Sinopsis:

"They all crossed into forbidden territory. They all tampered with the laws that lay down who should be loved and how. And how much."

The year is 1969. In the state of Kerala, on the southernmost tip of India, fraternal twins Esthappen and Rahel fashion a childhood for themselves in the shade of the wreck that is their family. Their lonely, lovely mother, Ammu, (who loves by night the man her children love by day), fled an abusive marriage to live with their blind grandmother, Mammachi (who plays Handel on her violin), their beloved uncle Chacko (Rhodes scholar, pickle baron, radical Marxist, bottom-pincher), and their enemy, Baby Kochamma (ex-nun and incumbent grandaunt).

When Chacko's English ex-wife brings their daughter for a Christmas visit, the twins learn that Things Can Change in a Day. That lives can twist into new, ugly shapes, even cease forever, beside their river.... (from dust jacket)

Memoirs of A Geisha

Minggu, 27 Oktober 2013

Judul             : Memoirs of A Geisha
Penulis          : Arthur Golden
ISBN           : 0739326228
Tahun Terbit : 2005
Penerbit        : Random House
Tebal            : 434 halaman

Summary (Sinopsis):


In this literary tour de force, novelist Arthur Golden enters a remote and shimmeringly exotic world. For the protagonist of this peerlessly observant first novel is Sayuri, one of Japan's most celebrated geisha, a woman who is both performer and courtesan, slave and goddess.

We follow Sayuri from her childhood in an impoverished fishing village, where in 1929, she is sold to a representative of a geisha house, who is drawn by the child's unusual blue-grey eyes. From there she is taken to Gion, the pleasure district of Kyoto. She is nine years old. In the years that follow, as she works to pay back the price of her purchase, Sayuri will be schooled in music and dance, learn to apply the geisha's elaborate makeup, wear elaborate kimono, and care for a coiffure so fragile that it requires a special pillow. She will also acquire a magnanimous tutor and a venomous rival. Surviving the intrigues of her trade and the upheavals of war, the resourceful Sayuri is a romantic heroine on the order of Jane Eyre and Scarlett O'Hara. And Memoirs of a Geisha is a triumphant work - suspenseful, and utterly persuasive.

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Rabu, 23 Oktober 2013

Judul             : Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis          : Tere Liye
ISBN           : 9789792279139
Tebal            : 512 halaman
Terbit           : Januari 2012
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis:

Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya. 

Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengan kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana-mana seberapa spesial kisah cinta ini. Ceritakan kepada mereka. 

-----000-----

Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merahmemang bukan novel terbaik Tere Liye. Tapi menurut saya novel ini  pantas untuk dibaca. Setting novel di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Langsung saja saya semakin tertarik. Pontianak adalah kota kelahiran saya. Dari segi setting, sangat mendukung sekali. Hal-hal yang berkaitan dengan kota ini digali dan dituturkan dengan apik. Bahkan saya baru mengetahui arti kata 'Pontianak' dari novel ini hehe. Hal-hal sederhana dan kehidupan sederhana penduduk lokal yang mencari nafkah dari menyewakan sepit untuk menyeberang pun diceritakan dengan detil. Bagaimana penduduk asli kalimantan berinteraksi dengan pendatang yang dalam hal ini beretnis Cina pun memperlihatkan kerukunan. Mengangkat kearifan lokal memang tidak ada matinya.

Gaya bahasa Bang Tere pun sangat mudah dipahami. Puitis dan dalam. Mengajarkan makna cinta melalui tokoh Pak Tua. Wow banget deh, bisa menjabarkan makna kehidupan dengan apik melalui kata-kata. Terkesan tidak menggurui. Kegalauan hati Borno, sang tokoh utama, bisa digambarkan dengan kata-kata khas anak muda, dan yang paling saya suka, tidak lebay. Biasanya kan untuk menunjukkan kegalauan cinta, sering banget memakai kata-kata yg berlebihan untuk mengungkapkannya.

Perjalanan cinta Borno dan Mei itu kesannya romantis walau gak ada kata-kata "I love You' haha. Sekali lagi jauh banget darikata lebay haha. Selain menceritakan kehidupan Borno dan perjalanan cintanya. Novel ini pun menceritakan kehidupan Pak Tua yang sangat beragam. Walau terkesan overdosis untuk tokoh Pak Tua, tapi masih oke kok.

Kalau ada kekurangan pada tokoh ini adalah konflik yang terlalu biasa, entak mengapa saya kok tidak begitu suka dengan konflik antara Borno dan Mei yang dikarenakan masa lalu orang tua mereka. ALur penceritaan di awal pun terlalu lambat, agak bertele-tele. Tapi mendekati 1/3 bagian, kita sudah mendapat suguhan yang asyik banget. Jangan berfikir kalau novel Kau, Aku, dan Sepusuk Angpau Merah ini melulu tentang cinta ya, ada humornya kok. Dan sukses membuat saya tertawa terpingkal-pingkal dengan kekonyolan para tokoh. 

Sudah siap menikmati novel ini? Persiapkan cemilan ya, 512 halaman bok hehe.

Storycake for Amazing Moms

Minggu, 20 Oktober 2013

Judul               : Storycake for Amazing Moms
Penulis            : Ria Fariana, dkk
ISBN              : 9792279795
Terbit              : 2012
Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 242 halaman

Sinopsis :

Kumpulan Kisah Seru & Penuh Inspirasi Tentang Para Ibu Hebat 

Sosok Ibu, Bunda, Mama, Mami, Mom, Emak, Umi, Simbok—atau sebutan apa pun untuk orang yang telah begitu berjasa bagi kehidupan anak manusia—selalu menyisakan kekaguman tersendiri sepanjang zaman. Kisah abadi tentang mereka ini terangkum indah dalam goresan pena 46 penulis yang berusaha mengabadikan peran indahnya sebagai sosok mulia itu. Kisah-kisah ini juga merangkum perjuangan para ibu hebat yang bisa menyelaraskan aktivitas di luar rumah dengan peran utamanya sebagai pendidik di rumah.

Storycake for Amazing Moms adalah rekam indah jejak para ibu untuk menemani para bunda di luar sana yang membutuhkan “teman” berbagi cerita. Kita seolah-olah diajak untuk semakin mencintai dan mengagumi satu profesi yang usianya tak kenal pensiun apalagi cuti kerja. Lembar demi lembar hanya akan semakin menambah keyakinan kita akan satu hal: Moms are amazing!

-----000-----

Storycake for Amazing Moms adalah buku antologi dari ibu-ibu hebat dari grup Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Terdapat 46 kisah nspiratif dalam buku ini dan semua kisah memang sungguh luar biasa. Wanita sebagai mahkluk super yang bisa memegang banyak peran dalam hidupnya. Baik sebagai ibu, koki, dokter, tukang, guru, dll. Hampir semua kisah tentang ibu disini mengetengahkan bahwa bukan keputusan yang sulit bagi mereka untuk melepaskan karir, memasukan ijazah sarjana di laci dan menjadi ibu rumah tangga sejati.

Ibu rumah tangga sejati disini tidak melulu hanya mengurusi urusan rumah saja tetapi mereka juga mencoba meniti karir dari rumah, ada yang mencoba mempelajari menjadi penulis, bisnis online, yang semua usaha tersebut dilakukan dari rumah. Sambil bekerja bisa mengawasi anak-anak. 

Bagi saya, ibu-ibu dalam kisah tersebut sungguh luar biasa. Melepaskan kesempatan berkarir di luar rumah, menjadi ibu rumah tangga yang mengurusi tetek-bengek urusan kerumahtanggaan saja. Fiuh...sungguh pengorbanan yang luar biasa. Apalagi membaca kisah mereka yang menghadapi semua permasalahan dengan gagah berani. Ah, siapa bilang wanita itu makhluk yang lemah. Mereka justru manusia-manusia super yang multitasking dengan semua kelebihan.

Bayangkan mengasuh anak-anak (yang mungkin lebih dari dua), memasak, bersih-bersih rumah, mecuci dan menyeterika, belum lagi tugas lainnya. Wow banget, banhkan lebih sibuk daripada ibu yang bekerja di luar. Bukan berarti sama mengecilkan arti ibu yang bekerja di luar loh ya. Tapi melepas karir begitu saja...hmmm...bagi saya pribadi bukan hal yang mudah. Ada gengsi, harga diri, dan keinginan di sana, tapi mereka ikhlas melepas semua.

Membaca kisah-kisah inspiratif di Storycake for Amazing Moms sungguh membuka mata saya, bahwa ibu rumah tangga pun bukanlah hal yang merendahkan diri wanita. Bukan berarti jika mereka tidak bekerja di kantoran kemudian level mereka turun beberapa derajat. Bagi ibu-ibu hebat ini berkarir di rumah pun bisa dan gak kalah keren dengan ibu-ibu kantoran. 

Silahkan membaca buku ini dan biarkan Anda semakin mengagumi sosok bernama wanita dan ibu. Mereka luar biasa.

Shopaholic Ties The Knot

Sabtu, 19 Oktober 2013

Judul                   : Shopaholic Ties The Knot
Penulis                : Sophie Kinsella
Tahun Terbit       : 2003
ISBN                 : 9792206604
Tebal                  : 574 halaman
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Becky diibaratkan seorang wanita yang sangat beruntung, memiliki pekerjaan yang menyenangkan, tunangan pengusaha sukses, dan sebentar lagi menikah. Uh uh impian para gadis banget yak. Etapi, hidup gak selamanya senang, justru ketika tanggal pernikahan mereka ditentukan, hidup seperti dijungkirbalikan bagi Becky dan Luke. 

Ibu Luke yang telah meninggalkannya sejak kecil, kembali setelah Luke dewasamengecap kesuksesan. Nah, gara-gara calon mertua ini Becky pusing tujuh keliling, karena beliau menginginkan pesta pernikahan itu sesuai dengan keinginannya. Tentu saja Becky kelimpungan karena dia pun punya keinginan yang lain. Dan masih diperparah dengan masalah...tanggal pernikahan yang ditentukan ibu Luke di kota sama dengan tanggal pernikahan yang ditentukan orang tua Lucy di desa. OMG!

Permasalahan seputar pernikahan semakin meruncing ketika ibu Luke melibatkan media sebagai ajang promosi untuk pencitraan bagi dirinya sendiri. Masih ditambah  dengan masalah teman Becky yang juga menjadi beban Becky. Bagaimana akhir cerita? Tentu saja happy ending sodara-sodara hehe

Shopaholic Ties The Knot atau kalau dialihbahasakan Si Gila Belanja Akhirnya Kawin Juga. Novel ini termasuk chicklit (chick literature), dengan ciri khas bahasa dan bahasan yang ringan, memang dikhususkan untu menghibur. Setahu saya novel ini merupakan rangkaian/sa;ah satu seri Sophaholic Sophie Kinsella, tapi cuma buku ini yang saya punya *ini aja dikasih wkwk. Awalnya saya agak merendahkan novel dengan genre chicklit, seperti novel yang ditulis main-main. Karena lama setelah memilikinya baru saya baca, itu juga dikarenakan buku bacaan stoknya habis *nyengir. Eh, ternnyata perkiraan saya salah, chicklit ini walau belum masuk novel wajib baca, bisa dikategorikan novel yang serius dalam penggarapannya. Alur yang ditampilkan walau sangat sederhana tapi juga penuh kejutan yang tidak disangka-sangka. Setting cerita pun saya anggap cukup untuk sebuah novel. Cukup detil tapi tidaak berlebihan. 

Untuk kamu yang suka novel serius, sesekali boleh deh baca novel chiclit seperti ini untuk selingan. Gak bakala berasa rugi kok. Asal jangan keseringan aja, ntar jatuhnya suka berkhayal haha.

Blogcamp: The Blog of Leadership

Sabtu, 12 Oktober 2013

Judul              : Blogcamp: The Blog of Leadership
Penulis           : Nh18, dkk
Terbit            : Mei 2013
ISBN             : 978-602-225-668-7
Tebal             : 145 halaman

Kalau kemarin membahas tentang buku Pakdhe yang berisi artikel motivasi berbalut humor, kali ini saya akan menampilkan buku yang mengetengahkan sebentuk kasih sayang dari teman-teman blogger terhadap Pakdhe Cholik.

Blogcamp berulang tahun setiap tanggal 18 Juli dan pada tahun 2012 kemarin Blogcamp genap berusia 3 tahun. Untuk memperingati hari kelahiran Blogcamp, Pakdhe menurunkan artikel yang berjudul: "3 Tahun Blogcamp: Bersahabat Tanpa Sekat". Tidak dinyana oleh Pakdhe sendiri, pada hari itu pula, puluhan blogger lain ikut serta menampilkan tulisan tentang Blogcamp. 

Dan menurut selentingan yang saya dengar, beberapa blogger telah berkonspirasi hati untuk memberi kejutan manis ini. Sehari sebelum hari H, para sahabat blogger cuek bebek sama Pakdhe, padahal di belakang a.k.a inbox atau sms mereka kasak-kusuk dengan khidmat. Dan bisa dipastikan sambil cekikikan.

Apakah saya juga ikut ngerjain Pakdhe? Jawabannya tidak. Walau pun saya sudah cukup lama mengenal Blogcamp, tapi saya baru berakrab ria dengan Pakdhe sekitar bulan Mei 2012. Sekitar bulan itu pula saya baru membuka pergaulan dengan sahabat blogger lain. Jadi ya saya belum ikutan kasak-kusuk.

Lalu, kok bisa ikutan menulis tentang Blogcamp? Menjelang siang, saya baru membuka Facebook, dan melihat begitu banyak sahabat yang menulis tentang Blogcamp. Karena saya juga sangat terkesan dengan sosok Pakdhe berkumis ini, jels dong saya ikutan menulis, walau gak tahu apa-apa tentang kejutan yang memang disiapkan oleh beberapa sahabat.

Ah, bisa saya bayangkan Pakdhe pasti terharu sekali dengan perhatian sahabat blogger semua. Hingga untuk menghargai sahabat yang sudah menulis tentang Blogcamp, Pakdhe mengumpulkan semua tulisan dalam sebuah blog "Blogcamp di Mata Sahabat" dan kemudian menerbitkan buku "Blogcamp : The Blog of Leadership" yang mana royalti dari penjualan ini disumbangkan pada kepada Blogger Hibah Sejuta Buku (BHSB).

Isi buku ini tentu saja berisi semua kesan sahabat blogger terhadap Pakdhe Cholik dan Blogcamp. Walau pun hampir semua menyatakan kekaguman pada Pakdhe, tetapi tidak sedikit yang berisi sindiran sayang terhadap Pakdhe. Tulisan saya yang berjudul "Sudahkan Mengenal Blogcamp" ada di halaman 74. 

Salah satu 7 kebiasaan menurut Stephen Covey adalah proaktif. Nah, karena proaktif juga saya menulis tentang Blogcamp, dan kemudian mendapat buku ini secara gratis hehe. Jika ingin mengenal lebih lanjut tentang Pakdhe dan Blogcamp, silakan membaca buku ini. Dijamin senyum-senyum dab bertambah penasaran dengan Blogcamp.

Rahasia Menjadi Manusia Kaya Arti

Jumat, 11 Oktober 2013

Judul              : Rahasia Menjadi Manusia Kaya Arti
Penulis           : Abdul Cholik
ISBN            : 978-602-225-596-3
Terbit            : Januari 2013
Tebal             : 326 halaman
Harga            : Rp 60.700,-

Buku Rahasia Menjadi Manusia Kaya Arti adalah buku perdana yang dihasilkan oleh Pakdhe Cholik. Pakdhe dikenal sebagai seorang blogger yang produktif sekali. Di blog utama beliau, Blogcamp, setiap hari akan tersaji postingan baru yang fresh from the oven. Dan buku ini pun diambil dari tulisan-tulisan Pakdhe yang berada di blog tersebut.

Walau pun saya merupakan pelanggan setia Blogcamp, karena tiap hari pasti main ke sana (walau kadang gak komen hehe) tapi ketika membaca buku ini saya bisa menikmatinya dengan baik. Beberapa tulisan sudah pernah saya baca di Blogcamp, etapi kok sensasinya beda ya kalau  dibaca bentuk buku.

Kelebihan dari buku ini adalah tulisan-tulisan yang disuguhkan berbentuk artikel pendek (sekitar 2-4 halaman), jadi jika kita gak selesai membaca dalam satu waktu, bisa dilanjut tanpa harus kehilangan sense-nya. Banyak dari kisah yang ditulis sering kita jumpai di keseharian, jadi membaca buku ini seperti membaca hal-hal yang kita temui. Bukan sesuatu yang bombastis atau hiperbola deh. Semua tulisan dihidangkan dengan gaya khas Pakdhe Cholik, ringan, penuh humor, dan setiap kisah ada moral of the story-nya. Karena itu buku ini masuk ke kategori buku Motivasi.

Salah satu kisah di dalam buku ini yang sangat melekat dalam benak saya adalah kisah tentang seorang suami yang menguji istrinya. Apakah si istri bisa menyimpan rahasia dengan baik atau tidak. Inti dari kisah tersebut adalah seringkali yang justru membocorkan rahasia adalah orang-orang yang terdekat. Jadi inget kisah tentang pengangkatan menteri jaman Pak Harto. Rumornya sih salah satu menteri ditelepon si Bapak sebelum hari pengumuman nama-nama menteri. Bapak wanti-wanti jangan sampai berita ini bocor sebelum pengumuman resmi. Eh, malam sebelum pengumuman, ibu calon menteri tersebut menelpon Pak Harto mengucapkan terima kasih karena putranya akan diangkat jadi menteri. Apa yang terjadi kemudian? Nama calon menteri tersebut batal menjadi menteri karena dianggap tidak bisa menjaga rahasia yang sudah diamanahkan. Well, terlepas benar atau tidaknya rumor itu, tapi kita bisa mengambil hikmahnya buka?

Jika ada kekurangannya, hmm...kok saya gak gitu suka dengan cover buku ini ya. Gak tahu kenapa. Kesannya manusia karya arti diidentikkan dengan pengusaha sukses ya. Yeah, berdasi, berjas, duduk di meja kerja. Dan kurang eye-catching juga. Akan tetapi hal ini tidak mengurangi isi dari buku tersebut. Kalau ingin mendapat motivasi tentang hidup dengan gaya full humor, silakan lo ya membaca buku ini ^_^

Tiga Perempuan

Rabu, 09 Oktober 2013

Judul              : Tiga Perempuan
Penulis           : Julie
Tahun Terbit  : 2012
Tebal             : 145 halaman
Penerbit         : Leutikaprio

Novel Tiga Perempuan menceritakan tiga tokoh utama yang memang terdiri dari tiga orang wanita. Elena, Larasati, dan Erna. Tiga perempuan dengan karakter dan latar belakang yang berbeda. Juga jenis kecantikan yang berbeda. Mengapa saya mengatakan kecantikan yang berbeda. Oke, begini, Elena adalah tipe cewek yang benar-benar cantik secara lahiriah. Gak ada deh orang yang gak bilang dia cantik. Erna, kecantikannya berasal dari sikap yang malu-malu dan suara yang lembut, keibuan istilah lainnya. Larasati adalah tokoh yang paling saya sukai, tegas dan cerdas tapi memiliki kelembutan hati. Kecantikannya terlihat dari kecerdasannya.

Tiga perempuan dengan pergolakan jiwa dan hidup masing-masing, diceritakan dengan sangat apik di novel ini. Elena, bawahan Larasati di kantor, pernah ditinggal pergi pacar yang sangat dicintainya, Rifan. Mulai menemukan sosok lelaki idaman pada Elang, tetapi kemudian galau karena Rifan kembali dengan segala rasa bersalah. Larasati, pemilik perusahaan yang sudah cukup usia untuk menikah, sulit jatuh cinta tetapi akhirnya bertekuk lutut dihadapan Elang, yang pada akhirnya harus memilih antara cinta atau harga diri. Erna, yang pernah menolak dijodohkan dengan Rifan, yang kemudian malah mengejar Rifan hingga ke Jakarta. 

Konflik antara tiga perempuan ini saling terkait satu dengan yang lain, tetapi jauh sekali dari kata pelik. Karena kita bisa dengan cepat memahami alur dan konflik yang terbangun. Mbak Julie, bisa mengetengahkan kekinian dalam karyanya tanpa meninggalkan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 

Jika ada yang harus saya kritisi dalam novel ini (sebenarnya saya tidak suka mengkritik sih), terlalu banyaknya tokoh dalam novel bisa membingungkan pembaca. Karena dari heroin sendiri sudah ada 3 orang, belum lagi ditambah dengan sahabat-sahabat Elena, pegawai-pegawai Larasti, serta teman-teman kos Erna. Mungkin dimaksudkan hendak memperkuat karakter atau latar belakang si tokoh, etapi kok banyak bener ya hehe. Jadi kadang konflik yang terbangun kemudian antiklimaks lagi. Akan tetapi, novel ini recommended untuk yang ingin tahu beberapa sifat dasar wanita. 

Shadow Princess: A Novel

Senin, 07 Oktober 2013

Judul             : Shadow Princess: A Novel
Penulis          : Indu Sundaresan
ISBN            :1416548793
Tebal            : 352 halaman
Tahun Terbit : 2010
Penerbit        : Qanita

Jahanara adalah putri pertama Sultan Shah Jahan, sultan yang membangun Taj Mahal. Selain sebagai putri pertama, Jahanara juga putri kesayangan sang sultan. Ketika Mumtaz Mahal, istri tercinta sang sultan meninggal ketika melahirkan anak ke-14, Sang Sultan tidak ingin lagi kehilangan orang-orang yang disayangi. Karena itulah dia tidak mengijinkan Jahanara menikah. Padahal sebelum ibundanya meninggal, Jahanara sudah diberitahu oleh sang ibunda, bahwa ia akan dinikahkan dengan seorang bangsawan bernama Mirza Najabat Khan. Dan ketika pada akhirnya Jahanara dan Mirza Najabat Khan saling jatuh cinta dan terlibat hubungan, sehingga lahirlah seorang putra. Sang sultan tetap tidak ingin melepaskan putrinya untuk menikah. Dari sepenggal cerita diatas saja sudah terlihat bahwa sang sultan orang yang sangat egois ya. 

Shadow Princess atau puteri bayangan memang menceritakan Jahanara sebagai tokoh utamanya. DIa disebut seperti itu karena dia memang bayangan ibunya bagi sang sultan, bayangan ayahnya karena selalu mengikuti ayahnya kemana pun, serta bayangan bagi pria yang dicintai dan anak yang dikasihi. Hidupnya hanya sebagai bayangan bagi orangorang terdekatnya. Walau pun demikian dia memiliki kekuasaan yang besar di istana ayahnya.

Buku ini merupakan buku ke-3 dari Trilogi Taj Mahal. Sekali lagi Indu Sundaresan mengangkat tokoh yang sangat jarang diangkat dalam cerita India. Jahanara anya disebut sekali dua kali dalam buku sejarah India. Tapi Indu dengan apik bisa mengetengahkan karakter Jahanara. Jahanara digambarkan sebagai seorang wanita cantik, cerdas dan berkarakter. Dan mungkin saja jika dia terlahir sebagai pria, dia yang akan mewarisi tahta berikutnya. Percintaan antara Jahanara dan Mirza pun dapat dinikmati dengan baik. Indah tapi tidak vulgar. Romantis yang tidak berlebihan.

Dalam buku ke-3 ini pun diketengahkan tokoh Mehrunnisa, walau pun porsinya sangat sedikit. Mungkin saja tokoh ini ditampilkan untuk membuat benang merah dengan dua buku terdahulu. Kalau mau jujur, dibanding kedua buku terdahulu, novel Shadow Princess ini tidak begitu bagus. Kecemerlangan Indu meracik konflik pada kedua novel sebelumnya tidak terlihat nyata pada buku ke-3 ini. Jadi yah, saya menjadi agak bosan ketika membacanya, banyak halaman yang saya skip karena penjelasan yang terlalu bertele-tele. Walau pun demikian, dengan membaca novel ini kita jadi tahu hal-hal yang terjadi setelah pembangunan Taj Mahal yang tersohor itu.

Setelah merampungkan ketiga novel trilogi Taj Mahal, saya tidak hanya bisa membayangkan kesultanan yang maha kaya dengan banyaknya batu mulia yang dihasilkan, tetapi juga kengerian yang luar biasa. Karena setiap anak lelaki sultan, baik itu berasal dari permaisuri, selir atau pun gundik, bisa mengklaim tahta. Sehingga sultan yang berkuasa pun harus menyingkirkan tidak hanya saudaranya tetapi juga anak dan ayahnya. Duh, ngeri banget ya. Belum lagi persaingan di harem kesultanan. Hidup yang sangat penuh intrik, lalu dimana letak kebahagiaan bagi mereka? Harta dan kekuasaankah?

The Feast of Roses : A Novel

Sabtu, 05 Oktober 2013

Judul               : The Feast of Roses
Penulis            : Indu Sundaresan
Tahun Terbit   : May 2004
Tebal              : 416 halaman
ISBN             : 0743456416
Penerbit          : Washington Square Press

The Feast of Roses adalah buku kedua dari trilogi Taj Mahal karya Indu Sundaresan. Jika dalam novel pertama menceritakan tentang Mehrunnisa, sejak awal kelahiran hingga dewasa. Pergulatan takdirnya yang luar biasa hingga bisa menjadi istri ke-20 Sultan Jahangir. Novel kedua ini  menceritakan lika-liku kehidupan Mehrunnisa, yang sudah mendapat gelar Nur Jahan (Cahaya Dunia), dalam menggapai ambisinya untuk mendapatkan harta dan kasih sayang sang sultan.

Mehrunnisa memang luar biasa, dia menjadi istri ke-20 dan juga sebagai istri terakhir yang dinikahi Sultan Jahangir. Menjadi istri di sini diartikan sebagai menikah secara resmi ya, kalau selir sultan sih banyak sekali. Konon, Mehrunnisa juga satu-satunya istri yang dinikahi karena cinta bukan karena kepentingan politik semata. Dan yang lebih menghebohkan, Mehrunnisa dinikahi ketika sudah menjadi janda anak satu dan berusia 34 tahun. Sungguh ketidaklaziman untuk saat itu.

Masuknya Mehrunnisa ke harem kesultanan tentu saja mendapat banyak tentangan, tentangan terbesar berasal dari Ratu Jagat Gosini. Sejak mereka masih remaja, mereka memang sudah tidak suka satu dengan yang lain. Bisa terbayang kan bagaimana sengitnya perebutan kekuasaan antara mereka. Mehrunnisa pun harus menghadapi tentangan dari perdana menteri yang dikarenakan kasih sayang yang luar biasa dari sultan untuknya. 

Membaca The Feast of Roses ini membuat saya merinding. Bagaimana tidak, Mehrunnisa tidak hanya cantik, akan tetapi juga cerdas luar biasa. Dia tidak perlu mengiba untuk mendapat cinta sang sultan, justru suktan yang membutuhkan kehadirannya. Sultan membutuhkan Mehrunnisa bukan hanya sebagai wanita, tetapi juga teman berdiskusi untuk segala hal. Karena itu timbullah rumor yang tidak-tidak karena perhatian sultan tersebut. Penjabaran kisah kasih diantara sultan dan Mehrunnisa juga luar biasa. Duh, ngiri deh jadinya haha. Ibaratnya semua ada digengaman Mehrunnisa.

Selain menceritakan tentang kekuasaan Mehrunnisa yang bisa memerintah kesultanan di balik cadar, dalam buku ini juga diceritakan tentang kejatuhan Mehrunnisa setelah Sultan Jahangir meninggal. Sebenarnya Mehrunnisa sudah berusaha sudah berusaha untuk bisa mempertahankan kekuasaannya dengan cara menikahkan putrinya Ladli dengan Pangeran Khurram, raja berikutnya. Tapi apa mau dikata, rencananya tidak berjalan dengan baik.

The Feast of Roses adalah salah satu novel berlatar sejarah yang paling bagus yang pernah saya baca. Sepengetahuan saya, Indu Sundaresan, si penulis mempelajari sejarah India selama bertahun-tahun untuk bisa menulis Trilogi Taj Mahal ini. Dan memang ya hasilnya pun bagus banget. Dari mulai latar cerita, deskripsi kejadian bahkan emosi tokoh pun terasa sangat hidup. Karena saya sangat suka buku ini, jadi maaf, menurut saya gak ada kekurangannya haha.

Cupu Manik Astagina: Sebuah Novel

Jumat, 04 Oktober 2013

Judul               : Cupu Manik Astagina
Penulis            : Ardian Kresna
Tebal              : 454 halaman
Tahun Terbit    : Februari 2012
Penerbit          : Diva Press

Kisah cupu manik astagina dalam pewayangan Jawa, sudah cukup dikenal dan didengar ceritanya. Hanya saja kadang kita hanya mendengar kisahnya secara sepotong-sepotong. Nah, di novel yang berjudul sama, Ardian Kresna, si penulis berusaha menyajikannya dalam bentuk cerita yang mengisahkan cerita tentang si cupu keramat dari awal hingga akhir. 

Cupu manik astagina merupakan benda pusaka yang diberikan Batara Surya kepada Dewi Indradi. Mengapa disebut benda pusaka? Karena di dalam cupu ini terdapat cermin untuk melihat segala kejadian baik di bumi mau pun langit hingga langit tingkat tujuh. Ih, keren banget ya ini cupu. Karena itu Batara Surya sudah berpesan padasang dewi untuk tidak memberikan cupu ini ke sembarang orang. Sayangnya, hal tersebut tidak diindahkan oleh sang dewi, Dewi Indradi malah memberikan cupu ini kepada putrinya, Dewi Anjani.

Demi melihat kakaknya yang asik bermain dengan cupu, kedua adiklelaki Dewi Anjani pun ingin melihat seperti apa cupu tersebut. Singkat cerita, terjadilah perebutan antara 3 bersaudara, sehingga membuat ayah mereka, Resi Gutama murka. Karena kemurkaannya itu, istrinya berubah menjadi arca dan ketiga anaknya menjelma menjadi monyet sebesar manusia. Kelak kedua putra sang resi akan dikenal dengan nama Sugriwa dan Subali.

Terlepas dari cerita yang fantastis tentang dewa-dewi dan kesaktian yang luar biasa. Kisah pewayanga memang sarat dengan  hikmah yang terkandung. Pada kisah Cupu Manik Astagina ini pun banyak sekali terkandung pesan-pesan moralyang masih relevan untuk zaman sekarang. Salah satunya adalah tidak ada satu kebikan pun atas nama keserakahan.

Keserakahan tiga bersaudara memperbutkan cupu pusaka ini membawa petaka bagi kehidupan mereka yang tentram dan damai. Wujud mereka pun berubah menjadi monyet. Keserakahan atas hadiah berupa istri yang cantik, membuat Sugriwa dan Subali saling bertarung, mereka pun melibatkan rakyat kedua kerajaan untuk bertarung demi ambisi itu. Duh, raja macam apa itu melibatkan rakyat untuk berperang demi wanita. Dan yang lebih fatal dari semua, Subali tega menyakiti adiknya sendiri.

Akhir dari cerita di novel pun berlangsung tragis, Subali yang kehilangan ajian pancasona karena terbjuk rayu oleh mulut manis Dasamuka. Oh ya, bahkan terlena oleh pujian pun sudah ada sejak dulu ya, dan dampak yang ditimbulkan pun tidak baik. 

Membaca novel Cupu Manik Astagina ini mempermudah pembaca untuk mengerti tentang cerita secara utuh. Jujur saja sih, walau pun berdarah Jawa tulen, bukan berarti saya mengerti semua cerita pewayangan yang ada. Sehingga, novel pewayangan semacam ini membuat saya dapat memahami ceritanya dengan baik.

Waras di Zaman Edan :Renungan dan Hikmah dalam Humor

Kamis, 03 Oktober 2013

Judul            : Waras di Zaman Edan
Penulis         : Prie GS
Tebal           : 236 halaman
Tahun terbit : April 2013
Penerbit       : Penerbit Bentang

Sebenarnya saya agak bingung bagaimana meresensi buku Waras di Zaman Edan. Karena buku ini tidak termasuk novel yang biasa saya baca. Buku ini mungkin termasuk buku motivasi berbalut humor. Asyiknya membaca buku ini kita dapat menikmati setiap tulisan yang disajikan dengan cepat, karena setiap artikel berisi satu topik dan hanya terdiri dari beberapa halaman. Walau pun terkesan melompat-lompat dari satu tema ke tema lain, antar bab terdapat benang merahnya.

Prie GS dikenal sebagai salah satu budayawan yang cukup dikenal. Beliau dikenal sebagai kartunis, penulis dan penutur. Suami saya adalah salah satu penggemar acara radio beliau yang mengudara dengan tajuk, Kabar dari Sedulur. Semula saya sempat heran mengapa suami suka sekali dengan acara ini, hingga suatu kali saya mendengarkannya sendiri. Seingat saya saat itu topiknya tentang malas mandi. Saya sampai terkekeh mendengar penuturan beliau yang sederhana, mengena, penuh humor tapi juga memberi pandangan baru tanpa kesan menggurui. Tema-tema yang diangkat pun tidak jauh-jauh dari keseharian kita. 

Dan pada buku ini pun terlihat jelas ciri khas Prie GS. Topik yang sederhana, renungan yang mendalam diimbangi dengan humor-humor cerdas. Saya mengatakan humor yang cerdas karena cara bertuturnya memang berbeda dengan humor kebanyakan. Biasanya kalau dalam tulisan, untuk menunjukan bahwa bahasan itu lucu, ada tulisan berupa 'hehehe atau hahaha' dan sejenis. Tapi dalam tulisan Prie GS ini tidak ada sama sekali, nah disitulah keunggulannya. Tanpa harus ada hehehe, saya sudah bisa tersenyum, entah senyuman mahfum, faham atau merasa tersindir.

Membaca buku ini seakan-akan kita mendengar langsung suara si penutur, tapi memang lebih asyik mendengar siarannya di radio. Mungkin karena kebiasaan kali ya. Kekurangan dari buku ini tidak adanya ilustrasi sama sekali, coba kalau ditambah kartun-kartun lucu ya, bukankah masih ada hubungannya dengan cover buku yang berbentuk kartun juga. But anyway, buku ini bagus untuk kamu yang mencari bacaan enteng tapi sarat makna. Cucok lah ya dibaca sambil minum teh di pagi hari.

Cinta Aku, Kamu

Rabu, 02 Oktober 2013

Judul Buku           : Cinta Kamu, Aku
Penulis                 : Irfan Ihsan
Tebal                   : 301 halaman
Penerbit               : Noura Books

Cinta Aku, Kamu. Menarik sekali dari judulnya. Kesannya gaul gitu. Dan kavernya itu lo, bagus, eye-catching. Menarik perhatian banget. Hal lain yang menarik perhatian adalah endorsmentnya, memang sih namanya endorsment pasti memuji dan memuja isi buku ya, etapi yang ini istimewa karena melibatkan banyak orang beken. Apalagi beberapa statement menyatakan bahwa novel ini layak difilmkan. Wow, ekspektasi saya besar sekali dong ya dengan isinya.

Bisa dimaklumi sih karena penulisnya Irfan Ihsan adalah mantan penyiar yang cukup dikenal waktu siaran di Prambors. Jadi,beliau pun pasti kenal dengan banyak orang beken di Jakarta sono. Dan novel ini pun gak jauh-jauh dari hal-hal berbau radio. Membaca novel ini kita seakan diseret oleh suasana kepenyiaran. Kegokilan dan kejenakaan para penyiar dalam keseharian mereka. Candaan yang dipakai pun segar dan ala anak muda banget. 

Dengan membaca novel ini banyak sekali istilah-istilah kepenyiaran yang semula saya tidak tahu menjadi tahu. Yang semula pernah dengar jadi lebih mengerti. Penceritaan yang lugas juga menjadi daya tarik novel ini. Gak terlalu banyak kata-kata yang berat membuat novel ini mudah untuk dicerna dan dinikmati.

Hanya saja setelah permasalahan berputar-putar antara Aan dan Rsha, dua tokoh utama dalam novel ini. Dimana Aan adalah penyiar radio yang miskin sedangkan Risha adalah penyanyi cantik yang sedang naik daun. Dengan berbagai alur kebetulan membuat mereka saling jatuh cinta, walau pun pada awalnya Risha hanya main-main saja. Saya merasa ceritanya menjadi seperti sinetron deh. Memang bukan hal mustahil orang saling jatuh cinta secara kebetulan, etapi cewek cantik, beken dan kaya jalan dengan cowok miskin tidak bermasa depan. Rrrrr....terlalu naif untuk kondisi saat ini. Apalagi kemudian adanya bumbu perselingkuhan antara Risha dan Yudha. Konfliknya sih oke, tapi ya itu tadi terlalu sinetron dan kurang membumi. 

Jika ada kekurangan lain, mungkin pada beberapa bagian yang terlalu bertele-tele. Mungkin maksudnya menjelaskan dengan detil, cuma jatuhnya jadi agak membosankan ya. Dan karena ekspektasi saya yang terlalu tinggi dikarenakan endorsment para orang beken tersebut, membuat saya agak kecewa dengan endingnya yang terlalu mudah ditebak. Oh ya, sinetron.

Seandainya saja cerita yang ditampilkan lebih membumi, dan dibumbui dengan kehidupan penyiar radio yang gokil dan asyik. Bukan mustahilnovel ini bisa disandingkan dengan cerita si Boy. Sama-sama gokil, pintar, dan berkarakter. Ah, membayangkannya saja sudah asik.

Akan tetapi, untuk kamu yang membutuhkan bacaan ringan tanpa banyak berfikir, novel Cinta Aku, Kamu ini recommended banget. Bisa buat hepi. Selamat membaca ^_^


The Naked Traveler 4

Selasa, 01 Oktober 2013

Judul               : The Naked Traveler
Penulis            : Trinity
Tebal               : 272 halaman
Tahun Terbit   : 2012
ISBN              : 9786028864657 
Penerbit          : Bentang Pustaka

The Naked Traveler buku ke-4 ini luar biasa beracunnya. Bagaimana tidak, baru juga membaca beberapa halaman sudah membuat saya ingin mengikuti jejak Mbak Trinity untuk jalan-jalan. Ambil ransel dan mari bersenang-senang! Sepertinya itu yang terbayang dalam benak saya.

Bahasa yang digunakan sangat renyah dan gurih, hingga untuk tulisan yang berisi tentang pengalaman yang menegangkan saja bisa membuat cengar-cengir. "Sendirian di Benua Hitam" menceritakan pengalaman ketika bepergian sendiri saja di Afrika. Bayangkan perempuan dan sendirian, duh saya sudah merinding duluan. Dan seperti yang ditulis di sana, bodi gede sangat disukai para lelaki Afrika. Hiii...membayangkan dikelilingi dan dikejar-kejar cowok-cowok item berbodi besar aja udah serem. Tapi, penjabaran kisahnya bercampur antara serem dan geli. 

Bab-bab dalam buku ini memiliki benang merah, semisal Jalan-jalan Murah. Disini menjabarkan tips dan trick supaya tetap bisa jalan-jalan walau dengan bujet terbatas. Dan tentu saja membuat saya menepok jidat, 'kenapa dari dulu tidak terpikirkan ya'. Detil tempat-tempat yang diceritakan pun bisa kita bayangkan dengan baik, walau pun pendeskripsiannya tidak terlalu rinci, tapi cukuplah membuat kita ngiler pengen pergi ke sana.

Penyampaian cerita dalam buku ini tidak hanya terbatas, tempat ini bagus, tempat itu indah. Bukan, bukan seperti itu, dalam buku ini hal-hal yang tidak terpikirkan justru menjadi daya tariknya. "Diving Bersama Bebek Kena Potas" adalah contohnya. Bisa membayangkan apa isinya? Tulisan itu mengenai cara berenang yang mirip bebek mabuk yang aduhai. Unik? Jelas. Jadi jangan heran kalau saya langsung tamat membaca buku ini hanya dalam waktu 3 jam.

Satu-satunya kekurangan dalam buku ini adalah gambarnya kurang ya bok. Kalo ditambah gambar tempat yang menarik dan berwarna pulak pasti deh bikin kita tambah melayang. Ah, kenapa pelit sekali sih Mbak, tambahin dong futu-futunya, supaya kita tambah mupeng :P

Bermimpi berkeliling dunia dengan dana minim bukan hanya impian. Apakah Anda siap mengikuti jejak traveler yang nekad ini?

Setelah membaca buku ini jadi pengen deh buat blog tentang tempat wisata. Ah, apa-apa kok pengen sih , jadi malu haha ^_^