Tampilkan postingan dengan label Gramedia Pustaka Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gramedia Pustaka Utama. Tampilkan semua postingan

Hai Indonesia, Say: No Thanks Pada Miras

Sabtu, 31 Mei 2014

Penulis : Fahira Idris
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2014
Tebal : 219 halaman
Harga : 58.000

Buku bercorak merah yang dominan ini sudah menarik hati dengan sekali pandang. Pada covernya ada ilustrasi gambar kartun yang lucu. Tulisan judul pada cover pun tampak menonjol dengan perpaduan warna kuning dan putih. Dari segi cover, buku ini saya acungi jempol.


Saya bukan penikmat bacaan non-fiksi ya, jadi ketika memutuskan membeli buku ini lebih pada ketertarikan pada topik diangkat. Jujur, topik tentang miras itu ngeri ngeri sedap kalau kita mau jujur. Ngeri banget dengan akibat-akibat yang ditimbulkan, tapi di satu sisi kita juga mau tak mau harus mengakui bahwa miras sudah menjadi penyakit di masyarakat kita.

Uni Fahira Idris, salah satu penggiat dalam Gerakan AntiMiras, berinisiatif menulis buku ini. Buku ini menceritakan bagaimana awal perkenalan dengan miras, apa akibatnya, dan efek domino yang timbul dari pengkonsumsian miras ini.

Buku non-fiksi terkesan dengan gaya bahasa yang berat dan sulit dimengerti,tapi buku Say: No, Thanks ini 

The Witch's Curse

Kamis, 16 Januari 2014

Judul                 : The Witch's Curse (Kutukan si Penyihir)
Pengarang         : Keith McGowan
Alih bahasa       : Tanti Lesmana
Terbit                : 2013
ISBN                 : 9789792299410
Tebal                 : 328 halaman
Penebit             : Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis 

Masih ingat dengan Solomon dan Constance Blink alias Sol dan Connie dari buku The Witch’s Guide to Cooking with Children? Setelah lolos dari Penyihir di Sebelah Rumah, sekarang mereka berhadapan dengan penyihir lain, dan seorang pemburu yang kena kutuk. Connie dan Sol meninggalkan rumah dan menempuh perjalanan panjang melewati lembah kutukan. Mereka kehabisan makanan dan air, dan melihat sebuah pondok di gunung. Banyak koleksi binatang di dalamnya. Mereka tidak tahu ada penyihir jahat yang mengintai, dan seorang pemburu yang sebentar lagi bangun untuk mengejar mereka. Siapa yang bisa menyelamatkan Sol dan Connie?

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Rabu, 23 Oktober 2013

Judul             : Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis          : Tere Liye
ISBN           : 9789792279139
Tebal            : 512 halaman
Terbit           : Januari 2012
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis:

Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya. 

Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengan kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana-mana seberapa spesial kisah cinta ini. Ceritakan kepada mereka. 

-----000-----

Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merahmemang bukan novel terbaik Tere Liye. Tapi menurut saya novel ini  pantas untuk dibaca. Setting novel di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Langsung saja saya semakin tertarik. Pontianak adalah kota kelahiran saya. Dari segi setting, sangat mendukung sekali. Hal-hal yang berkaitan dengan kota ini digali dan dituturkan dengan apik. Bahkan saya baru mengetahui arti kata 'Pontianak' dari novel ini hehe. Hal-hal sederhana dan kehidupan sederhana penduduk lokal yang mencari nafkah dari menyewakan sepit untuk menyeberang pun diceritakan dengan detil. Bagaimana penduduk asli kalimantan berinteraksi dengan pendatang yang dalam hal ini beretnis Cina pun memperlihatkan kerukunan. Mengangkat kearifan lokal memang tidak ada matinya.

Gaya bahasa Bang Tere pun sangat mudah dipahami. Puitis dan dalam. Mengajarkan makna cinta melalui tokoh Pak Tua. Wow banget deh, bisa menjabarkan makna kehidupan dengan apik melalui kata-kata. Terkesan tidak menggurui. Kegalauan hati Borno, sang tokoh utama, bisa digambarkan dengan kata-kata khas anak muda, dan yang paling saya suka, tidak lebay. Biasanya kan untuk menunjukkan kegalauan cinta, sering banget memakai kata-kata yg berlebihan untuk mengungkapkannya.

Perjalanan cinta Borno dan Mei itu kesannya romantis walau gak ada kata-kata "I love You' haha. Sekali lagi jauh banget darikata lebay haha. Selain menceritakan kehidupan Borno dan perjalanan cintanya. Novel ini pun menceritakan kehidupan Pak Tua yang sangat beragam. Walau terkesan overdosis untuk tokoh Pak Tua, tapi masih oke kok.

Kalau ada kekurangan pada tokoh ini adalah konflik yang terlalu biasa, entak mengapa saya kok tidak begitu suka dengan konflik antara Borno dan Mei yang dikarenakan masa lalu orang tua mereka. ALur penceritaan di awal pun terlalu lambat, agak bertele-tele. Tapi mendekati 1/3 bagian, kita sudah mendapat suguhan yang asyik banget. Jangan berfikir kalau novel Kau, Aku, dan Sepusuk Angpau Merah ini melulu tentang cinta ya, ada humornya kok. Dan sukses membuat saya tertawa terpingkal-pingkal dengan kekonyolan para tokoh. 

Sudah siap menikmati novel ini? Persiapkan cemilan ya, 512 halaman bok hehe.

Storycake for Amazing Moms

Minggu, 20 Oktober 2013

Judul               : Storycake for Amazing Moms
Penulis            : Ria Fariana, dkk
ISBN              : 9792279795
Terbit              : 2012
Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 242 halaman

Sinopsis :

Kumpulan Kisah Seru & Penuh Inspirasi Tentang Para Ibu Hebat 

Sosok Ibu, Bunda, Mama, Mami, Mom, Emak, Umi, Simbok—atau sebutan apa pun untuk orang yang telah begitu berjasa bagi kehidupan anak manusia—selalu menyisakan kekaguman tersendiri sepanjang zaman. Kisah abadi tentang mereka ini terangkum indah dalam goresan pena 46 penulis yang berusaha mengabadikan peran indahnya sebagai sosok mulia itu. Kisah-kisah ini juga merangkum perjuangan para ibu hebat yang bisa menyelaraskan aktivitas di luar rumah dengan peran utamanya sebagai pendidik di rumah.

Storycake for Amazing Moms adalah rekam indah jejak para ibu untuk menemani para bunda di luar sana yang membutuhkan “teman” berbagi cerita. Kita seolah-olah diajak untuk semakin mencintai dan mengagumi satu profesi yang usianya tak kenal pensiun apalagi cuti kerja. Lembar demi lembar hanya akan semakin menambah keyakinan kita akan satu hal: Moms are amazing!

-----000-----

Storycake for Amazing Moms adalah buku antologi dari ibu-ibu hebat dari grup Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Terdapat 46 kisah nspiratif dalam buku ini dan semua kisah memang sungguh luar biasa. Wanita sebagai mahkluk super yang bisa memegang banyak peran dalam hidupnya. Baik sebagai ibu, koki, dokter, tukang, guru, dll. Hampir semua kisah tentang ibu disini mengetengahkan bahwa bukan keputusan yang sulit bagi mereka untuk melepaskan karir, memasukan ijazah sarjana di laci dan menjadi ibu rumah tangga sejati.

Ibu rumah tangga sejati disini tidak melulu hanya mengurusi urusan rumah saja tetapi mereka juga mencoba meniti karir dari rumah, ada yang mencoba mempelajari menjadi penulis, bisnis online, yang semua usaha tersebut dilakukan dari rumah. Sambil bekerja bisa mengawasi anak-anak. 

Bagi saya, ibu-ibu dalam kisah tersebut sungguh luar biasa. Melepaskan kesempatan berkarir di luar rumah, menjadi ibu rumah tangga yang mengurusi tetek-bengek urusan kerumahtanggaan saja. Fiuh...sungguh pengorbanan yang luar biasa. Apalagi membaca kisah mereka yang menghadapi semua permasalahan dengan gagah berani. Ah, siapa bilang wanita itu makhluk yang lemah. Mereka justru manusia-manusia super yang multitasking dengan semua kelebihan.

Bayangkan mengasuh anak-anak (yang mungkin lebih dari dua), memasak, bersih-bersih rumah, mecuci dan menyeterika, belum lagi tugas lainnya. Wow banget, banhkan lebih sibuk daripada ibu yang bekerja di luar. Bukan berarti sama mengecilkan arti ibu yang bekerja di luar loh ya. Tapi melepas karir begitu saja...hmmm...bagi saya pribadi bukan hal yang mudah. Ada gengsi, harga diri, dan keinginan di sana, tapi mereka ikhlas melepas semua.

Membaca kisah-kisah inspiratif di Storycake for Amazing Moms sungguh membuka mata saya, bahwa ibu rumah tangga pun bukanlah hal yang merendahkan diri wanita. Bukan berarti jika mereka tidak bekerja di kantoran kemudian level mereka turun beberapa derajat. Bagi ibu-ibu hebat ini berkarir di rumah pun bisa dan gak kalah keren dengan ibu-ibu kantoran. 

Silahkan membaca buku ini dan biarkan Anda semakin mengagumi sosok bernama wanita dan ibu. Mereka luar biasa.

Shopaholic Ties The Knot

Sabtu, 19 Oktober 2013

Judul                   : Shopaholic Ties The Knot
Penulis                : Sophie Kinsella
Tahun Terbit       : 2003
ISBN                 : 9792206604
Tebal                  : 574 halaman
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Becky diibaratkan seorang wanita yang sangat beruntung, memiliki pekerjaan yang menyenangkan, tunangan pengusaha sukses, dan sebentar lagi menikah. Uh uh impian para gadis banget yak. Etapi, hidup gak selamanya senang, justru ketika tanggal pernikahan mereka ditentukan, hidup seperti dijungkirbalikan bagi Becky dan Luke. 

Ibu Luke yang telah meninggalkannya sejak kecil, kembali setelah Luke dewasamengecap kesuksesan. Nah, gara-gara calon mertua ini Becky pusing tujuh keliling, karena beliau menginginkan pesta pernikahan itu sesuai dengan keinginannya. Tentu saja Becky kelimpungan karena dia pun punya keinginan yang lain. Dan masih diperparah dengan masalah...tanggal pernikahan yang ditentukan ibu Luke di kota sama dengan tanggal pernikahan yang ditentukan orang tua Lucy di desa. OMG!

Permasalahan seputar pernikahan semakin meruncing ketika ibu Luke melibatkan media sebagai ajang promosi untuk pencitraan bagi dirinya sendiri. Masih ditambah  dengan masalah teman Becky yang juga menjadi beban Becky. Bagaimana akhir cerita? Tentu saja happy ending sodara-sodara hehe

Shopaholic Ties The Knot atau kalau dialihbahasakan Si Gila Belanja Akhirnya Kawin Juga. Novel ini termasuk chicklit (chick literature), dengan ciri khas bahasa dan bahasan yang ringan, memang dikhususkan untu menghibur. Setahu saya novel ini merupakan rangkaian/sa;ah satu seri Sophaholic Sophie Kinsella, tapi cuma buku ini yang saya punya *ini aja dikasih wkwk. Awalnya saya agak merendahkan novel dengan genre chicklit, seperti novel yang ditulis main-main. Karena lama setelah memilikinya baru saya baca, itu juga dikarenakan buku bacaan stoknya habis *nyengir. Eh, ternnyata perkiraan saya salah, chicklit ini walau belum masuk novel wajib baca, bisa dikategorikan novel yang serius dalam penggarapannya. Alur yang ditampilkan walau sangat sederhana tapi juga penuh kejutan yang tidak disangka-sangka. Setting cerita pun saya anggap cukup untuk sebuah novel. Cukup detil tapi tidaak berlebihan. 

Untuk kamu yang suka novel serius, sesekali boleh deh baca novel chiclit seperti ini untuk selingan. Gak bakala berasa rugi kok. Asal jangan keseringan aja, ntar jatuhnya suka berkhayal haha.